Smart and Religious!

Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) IX NU Kabupaten Pekalongan

371

Oleh: Shinta Marcellina, X TB
(Naskah Juara 3 Lomba Reportase Kegiatan PORSEMA NU X)

 

Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) IX NU kemarin (7/2) dibuka .Upacara pembukaan Porsema dilaksanakan di halaman Pendopo Kabupaten Pekalongan dan diikuti sekitar 1000 siswa dibawah bimbingan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Upacara berjalan dengan hikmad dan ditandai dengan pelepasan balon sebagai tanda dibukanya acara oleh BupatiPekalongan.

Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) IX NU merupakan wujud peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya lembaga ma’arif. Selain itu, melaui Porsema semua siswa–siswi pendidikan ma’arif bisa bersilaturahim untuk menunjukkan prestasi. Prestasi yang ditampilkan tidak hanya dibidang agama tapi juga di olahraga, kesenian , kaligrafi, dan science.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan BApak Amat Antono saat pembukaan dan peresmian Porsema IX NU.

“Dengan diadakan pekan seperti ini akan memberikan semangat agar semua siswa-siswi lembaga ma’arif semakin kreatif dan berprestasi. Hal itu menunjukkan bahwa generasi ma’arif mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional,” terang Antono panggilan akrabnya.

Ke depan, Antono berharap, Porsema bisa diadakan rutin setiap tahun sekali dan lomba-lomba yang diadakan makin banyak dan beragam. Salah satu caranya adalah dengan bekerjasama dengan Pemda Pekalongan, DPRD KAb. Pekalongan, Pemprov Jateng, serta kementrian agama, sehingga ada anggaran rutin setiap tahunnya untuk Porsema.
Lembaga pendidikan ma’arif memiliki sejarah dalam pengembangan pendidikan bangsa, pendidikan yang dimiliki mulai dari SD/MI,MTS, hingga SLTA/MA ataupun SMK Ma’arif. Dengan jenjang pendidikan yang cukup lengkap ma’arif mampu menciptakan generasi baru, generasi penerus yang mampu memimpin KAb. Pekalongan, Jateng, bahkan Indonesia. “Oleh karenanya Ma’arif bisa memastikan bahwa Pemerintah tidak akan rugi membantu ma’arif khususnya untuk kegiatan semacam ini,” tambahnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Antono berpesan, orang yang bisa menjadi pemenang tidak cukup pintar tapi juga berakhlak. Banyak contoh orang pintar yang menggunakan kepintarannya untuk hal-hal yang tidak benar dan terjerumus dalam kelalaian. Karenanya, selain pintar juga harus didasari dengan pemahaman agama yang mendasar sehingga bisa memiliki hubungan baik dengan Tuhannya. Disinilah fungsi pendidikan ma’arif untuk mencetak generasi yang takut pada Tuhan atau generasi Ulul Albab.

Sementara itu, ketua panitia Moh. Ahsin menjelaskan, kegiatan itu diikuti oleh perwakilan SD/MI, SMP/MTS, SMA/MaA dan SMK Ma’arif se Kab. Pekalongan. Perlombaan yang diadakan meliputi bidang olahraga yakni Bola Volly, tenis meja, pencak silat dan lari 100 m. Sedangkan di bidang seni meliputi perlombaan MTQ, Puisi, CCA, Sains dan Kaligrafi.
Acara dibagi mejadi beberapa tempat untuk tingakt SD/MI bertempat di SMP NU Kajen, Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA bertempat di SMK Ma’arif NU Kajen serta Bola Voli dan lari 100 m berada di lapangan Alun-alun Kabupaten Pekalongan, lanjut Ahsin.

Rini salah satu perwakilan dari jenjang SMP mengaku sangat senang telah menjadi delegasi perlombaan Porsema walaupun belum mendapat juara. “sekolah kami telah mengkantongi satu tropi perak dari cabang pidato bahasa Jawa” tegas Ririn.

Leave A Reply

Your email address will not be published.