Smart and Religious!

SARASEHAN JURNALISTIK

272

Oleh : Irma Ilahi Nurrahmah, 8D

Untuk lebih meningkatkan kualitas informasi maupun prestasi Santri, diperlukan peningkatan pengetahuan maupun keterampilan santri akan Proses dan Teknik Jurnalistik, sehingga peran mereka menjadi berkembang, tidak hanya dalam lingkup diskusi secara internal, namun mampu menyajikan informasi atau pun tulisan yang sesuai dengan kaidah jurnalistik bagi remaja atau pun masyarakat yang lebih luas.

Berikut adalah cuplikan dari reportase salah satu peserta pada hari pertama Pelatihan Jurnalistik Dasar Bagi Santri, pada hari Kamis tanggal 5 Februari 2015 di Pendopo Pondok Pesantren Al Fusha.

Adanya Jurnalistik dapat membuat kita yang tadinya gelap menjadi terang, adanya jurnalistik menjadikan masyarakat lebih tahu berita-berita yang terjadi disekirat daerahnya seperti adanya bencana alam, kita bisa membaca di Koran, mendengarkan lewat radio dan bisa juga melihat lewat televisi.

Ada beberapa masyarakat yang beranggapan bahwa berita yang ditulis dalam Koran itu mengandung unsur fitnah, dengan tegas dijawab oleh narasumber tidak benar, hanya orang-orang yang tidak mau bertanggungjawab yang melakukan hal itu. Karena setiap wartawan sebelum mengirimkan berita ke redaksi selalu mengkonfirmasi atau mengkroscek terlebih dahulu terkait berita yang baru mereka peroleh.

Pondok Al Fusha mengadakan acara yang mengajak para santri untuk ikut berpartisispasi aktif dalam dunia tulis, khususnya jurnalistik. Materi yang dibahas pertama kali oleh narasumber yaitu Bapak Sigid (Kepala Biro Periklanan Suara Pantura) dan Ibu Masithoh (Wartawan Suara Merdeka) adalah Perkenalan dengan Dunia Jurnalistik, Pengertian, hingga Tata Cara Menulis Berita yang Benar dan Tepat.

Penjabaran tentang Pelatihan Jurnalistik ini, dimulai dengan empat langkah sederhana memulai tulisan, pengertian reportase beserta tingkatan di dalamnya. Dalam bagian ini diberikan juga contoh dari masing-masing reportase, yaitu Reportase Dasar mengenai penuturan awal suatu kejadian, yang kedua Reportase Madya tentang bagaimana sebab dan akibat dari suatu kejadian, yang ketiga Reportase Lanjutan, mengenai analisa dan klimaks dari kejadian itu.

Sebelum acara ditutup narasumber menyempatkan untuk melakukan tanya jawab dengan para santri, antusiasme santri sangat dalam sekali sehingga banyak yang mengacungkan tangan untuk melontarkan pertanyaan mereka. dari pertanyaan yang sederhana sampai pertanyaan yang menurut narasumber sangat berbobot.

Sarasehan Jurnalistik ini bertujuan untuk melatih dasar penulisan para partisipan agar selain mengetahui tentang seluk beluk dunia jurnalistik juga bisa menciptakan santri yang gemar menulis.

Leave A Reply

Your email address will not be published.