Smart and Religious!

Sekilas Tentang Al Fusha

Pondok pesantren terpadu (PPT) Al Fusha kedungwuni didirikan oleh beliau Al Mukarom Rama Kyai H. M. Dzilqon , putra dari K. H. Said Bachrudin khoirol jaza (alm) , pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Asma’ul Chusna kranji kedungwuni. Rama K.H.M. Dzilqon, pernah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Futuhiyah Mranggen. Selama nyantri di ponpes Futuhiyah beliau di asuh oleh Al Mukarom Rama Kyai H. Achmad Muthohar dan para masayikh di Pondok Pesantren Futuhiyah.

Selesai menimba ilmu di ponpes Futuhiyah Mranggen, beliau Rama K.H.M Dziqon melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Al-Anwar sarang yang diasuh oleh Al Mukarom Rama K.H.Maimun Zubair dan para Masayikh sarang,serta di Pondok Pesantren DARUT TAUHID HASANIYAH Tuban yang diasuh oleh KH. Nasirudin. Setelah selesai menempuh pendidikan di ponpes Al-Anwar sarang, Rama K.H.M Dzilqon ikut mengasuh dan mengelola pondok pesantren Asma’ul Chusna yang didirikan oleh Almarhum ayah beliau. Sistem pendidikan di ponpes Asma’ul Chusna adalah sistem pendidikan pondok pesantren salaf murni, belum ada pendamping pendidikan formalnya.

Selama berkiprah mengelola ponpes Asma’ul Chusna dengan sistem pendidikan salaf murni tersebut, muncul gagasan oleh Rama K.H.M. Dzilqon bersama istri beliau Umi Nyai Hj Uswatun Hasanah untuk mendirikan lembaga pendidikan formal yang terintegrasi di dalamnya. Akhirnya, didirikan Pondok Pesantren Terpadu Al Fusha yang berbasis pendidikan pesantren salaf dan diimbangi dengan pendidikan umum.
Al Fusha, yang pengelolaannya dibawahyayasan Fasihul Lisan, dari segi kata memiliki arti “ Lisan yang fasih “ dengan harapan…amien ya rabbal al amien. Sementara bila dilihat dari riwayat pendidikan yang pernah di tempuh oleh pendiri sekaligus pengasuh (K. H. M. Dziqon), Al Fusha bisa juga merupakan akronim dari nama-nama pondok yang pernah di jadikan tempet untuk mencari ilmu oleh beliau, Yaitu : Al –Anwar, Futuhiyah, dan Asma’ul Chusna.

Atas restu para ulama’, Kyai dan para masayikh, diantaranya Al Mukarom Rama K.H. Maimun Zubair, pengasuh pondok pesantren Al –Anwar Sarang, dan juga ibunda Rama K. H. M. Dzilqon, Nyai Hj Himdaty Ellya Bahriya maka berdirilah Pondok Pesantren terpadu Al Fusha Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

Pondok pesantren Terpadu Al Fusha Kedungwuni yang berada di bawah naungan Yayasan Fasihul Lisan (Akta Notaris No. 47 Tanggal 19 Juli 2010 dan pengesahan MENKUMHAM RI No. AHU-3345.AH.01.04 Tahun 2010) mulai melaksanakan kegiatan pendidikan non-formal sejak tahun 2010. Pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana PPT. Al Fusha Kedungwuni terus di lakukan sejak saat itu, dan khusus pada saat akan di bangun gedung SMP Al Fusha, diawali dengan peletakan batu pertama oleh beliau Rama K.H. Maimun Zubair pada hari Senin, tanggal 2 Rabiul Tsani 1434 H (7 Maret 2011) yang kemudian diresmikan oleh Bupati Pekalongan saat itu Bapak Drs. H. Amat Antono pada tanggal 30 Muharrom 1434 H (26 Desember 2011).

Pada tanggal 19 Ramadhan 1434 H (19 Agustus 2011 M), pondok pesantren terpadu Al Fusha Kedungwuni memprroleh piagam penyelenggaraan pondok pesantren dari kementrian Agama Kantor Kabupaten Pekalongan. Jalur pendidikan formal di PPT. Al Fusha Kedungwuni dimulai pada tahun ajaran 2012/2013, yaitu dengan dimulainya pendidikan jenjang Madrasah Diniyah Tsanawiyah (MDTs) Al Fusha dan sekolah manangah pertama (SMP) Al Fusha, disusul SMK Al Fusha pada tahun ajaran 2013/2014 dan SMA Al Fusha pada tahun ajaran 2017/2018.