Smart and Religious!

Al Fusha menjadi rujukan ponpes, sekolah, madrasah dan perguruan tinggi.

1.535

Pondok pesantren terpadu SMP – SMA – SMK Al Fusha Kedungwuni yang berlokasi di Jalan Raya Rowocacing – Pakisputih Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan telah memberikan sinyal kemajuan yang luar biasa bagi pendidikan di Kabupaten Pekalongan pada khususnya dan di wilayah provinsi Jawa Tengah pada umumnya. Hal ini ditunjukkan dengan agenda kegiatan pondok pesantren terpadu Al Fusha Kedungwuni ini dalam kurun waktu dua bulan terakhir dalam menerima kunjungan dari lembaga pendidikan dan instansi lain ke ponpes Al Fusha untuk dijadikan rujukan study banding, Kuliah Kerja Lapangan, dan pengenalan santri/ponpes.

Tercatat pada Sabtu tanggal 26 Agustus yang lalu, Ponpes Terpadu Al Fusha mendapatkan kunjungan rombongan dari Ponpes Al Hikmah 1 Benda Kabupaten Brebes. Rombongan yang diangkut oleh dua buah bus besar tersebut terdiri dari setidaknya 20 guru dan seratusan santri dari SMP Ponpes Al Hikmah 1 Benda Kabupaten Brebes. Kunjungan yang dikemas dalam bentuk kegiatan “Study Banding” tersebut diisi acara taaruf lingkungan ponpes terpadu Al Fusha dan audiensi antardewan guru dan asatidz dari kedua ponpes. Secara lebih khusus, dewan guru ponpes Al Hikmah 1 Benda berdiskusi tentang berbagai hal berkaitan dengan manajemen pengelolaan ponpes dan sekolah secara terpadu yang mampu berjalan dengan baik di Ponpes Terpadu Al Fusha. Dimulai dari pengembangan sarpras yang sangat progresif dan bagaimana Ponpes Al Fusha bisa mendapatkan hasil yang optimal dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) baik di SMP maupun di SMK dengan anak tetap belajar (ngaji, red) di pondok dan di Madrasah Diniyyahnya. Selain itu, masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang disampaikan seputar prestasi ponpes terpadu Al Fusha. Dimotori oleh Bapak Muslimin, selaku ketua Yayasan Fasihul Lisan, berbagai pertanyaan ditanggapi secara terbuka dan detail oleh segenap pimpinan unit pendidikan dan dewan guru ponpes terpadu Al Fusha.

Pada tanggal 22 Oktober 2017 atau bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Ponpes Terpadu Al Fusha kembali mendapatkan kunjungan dari rombongan siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah 01 Kranji. Dalam kegiatan kunjungan ini, anak-anak diberikan orientasi tentang senangnya menjadi santri (mondok, red) dan bagaimana sistem mondok di Al Fusha. Kegiatan bertajuk “Menjadi Santri Sehari” ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi peringatan HSN bagi siswa-siswi MI 01 Kranji sehingga mereka diajak untuk mengunjungi pondok pesantren dan belajar menjadi santri sehari secara langsung. Diterima oleh kepala SMP Al Fusha Kedungwuni, Bapak Bambang Alisanto, S. Pd., siswa-siswi dari MI 01 Kranji diberikan orientasi tentang bagaimana santri di ponpes Al Fusha, apa saja problematika santri dan bagaiamana bisa bangga menjadi santri. Dengan gaya bahasa yang unik dan lucu, anak-anak dibuat tertarik dengan berbagai materi yang disampaikan, terbukti pada saat diberi kesempatan untuk bertanya, banyak anak-anak bertanya tentang santri dan pondok pesantren.

Kegiatan kunjungan ketiga diterima pada Sabtu, 28 Oktober 2017. Pas dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, rombongan dosen dan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang yang dipimpin langsung oleh Ketua STIT, Bapak Drs. Ahmad Hamid, M. Pd. berkunjung ke Ponpes Terpadu SMP – SMA – SMK Al Fusha Kedungwuni dengan tujuan untuk memberikan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bagi mahasiswa-mahasiswanya. Rombongan satu bus besar itu diterima langsung oleh Pengasuh Ponpes Terpadu Al Fusha, Abah K. H. Muhammad Dzilqon, Ketua Yayasan Fasihul Lisan dan dewan guru/asatidz. Dalam sambutannya, Ketua STIT Pemalang menyampaikan bahwa kegiatan perkuliahan lebih banyak memberikan bekal keilmuan secara teoritis, nah, diadakannya KKL ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar mau observasi secara langsung bagaimana mendapatkan tambahan ilmu sebagai pembanding teori yang telah didapatkan dalam perkuliahan. Kenapa memilih Al Fusha, karena ada informasi tentang lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat di kabupaten pekalongan dan itu adalah Ponpes Terpadu Al Fusha yang mana ada SMP, SMA, dan SMK di dalamnya. Sehingga STIT merasa tertarik untuk membawa mahasiswanya KKL ke Al Fusha, sambung beliau lagi. Selain itu, informasi di website Al Fusha juga memberikan informasi yang sangat mendukung dan meyakinkan kami untuk membawa mahasiswa kami kemari. Lanjutnya.

Sementara itu, pengasuh ponpes Al Fusha, Abah K. H. Muhammad Dzilqon dalam sambutannya menyatakan rasa bahagia dan sangat tersanjung atas kehadiran rombongan dari STIT Pemalang ini. Satu, kami mendapatkan kesempatan untuk meneladani bagaimana sayyidina Ali sangat getol dalam menghormati tamu, dan kami berusaha memberikan penghormata sebaik mungkin kepada rombongan dari STIT ini. Yang kedua, Dzat yang tersambung dalam tali silaturohim ini semoga mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Ucapan terima kasih juga disampaikan beliau kepada rombongan STIT Pemalang dan berharap semoga ada kerja sama lainnya dengan Ponpes Terpadu Al Fusha untuk masa yang akan datang.

Selesai sambutan, acara dilanjutkan dengan kegiatan diskusi interaktif yang dipandu oleh Kepala SMP Al Fusha Kedungwuni, Bapak Bambang Alisanto, S. Pd. Dalam diskusi interaktif ini, semua mahasiswa dan dosen sudah menyiapkan pertanyaannya masing-masing. Dimulai dari strategi pengembangan sarpras, pengelolaan sekolah, madrasah, dan ponpes secara terpadu, target lulusan, kerja sama dengan pihak lain, dan lain sebagainya disampaikan satu persatu.

Klarifikasi dari masing-masing pertanyaan disampaikan oleh Bapak Bambang Alisanto dan Pak Muslimin selaku ketua yayasan secara bergantian dan saling melengkapi. Diskusi mengalir asyik karena rasa ingin tahu yang sangat tinggi dari mahasiswa dan dosen-dosen STIT terhadap perkembangan ponpes Al Fusha yang sangat luar biasa ini. Puas dengan berbagai jawaban yang diberikan, kegiatan dilanjutkan dengan saling tukar kenang-kenangan dan doa penutup.

Pesan terpenting dari berbagai kunjungan yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pendidikan mulai dari pondok pesantren, sekolah tingkat SD/MI, SMP sampai dengan perguruan tinggi adalah representasi ketertarikan dari masing-masing lembaga ini terhadap progres perkembangan Ponpes Terpadu Al Fusha dari berbagai sisi, baik sarpras, prestasi, sistem dan sebagainya. Setidaknya ini adalah gambaran bahwa Ponpes Al Fusha sudah mendapatkan ruang di hati masyarakat tidak terkecuali dari lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kami melihat ini bukanlah sebagai ujung dari perjalanan melainkan ini adalah awal yang perlu terus dikembangkan sesuai dengan dinamika pendidikan di Indonesia pada umumnya terutama pondok pesantren yang mengintegrasikan sistem sekolah modern dengan pondok pesantren salaf. Semoga Al Fusha benar-benar bisa memberikan sumbangsih yang monumental bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia bahkan di dunia. Amiin.

1 Comment
  1. Bambang Alisanto says

    Alhamdulillah… Semoga semakin memacu semangat kami untuk terus berprestasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.