Smart and Religious!

Obrolan santai Abah K. H. M. Dzilqon dengan Bapak Gubernur Jateng

Dialog santai tentang wawasan kebangsaan dan wiyatamandala antara Abah K.H. Muhammad Dzilqon (Pengasuh Ponpes Al Fusha) dengan Bapak Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah)

821

Beberapa waktu kemarin, Abah K. H. Muhammad Dzilqon, selaku pengasuh ponpes terpadu SMP – SMA – SMK Al Fusha Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah berkesempatan untuk bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo di kantor Gubernuran Semarang. Dalam kesempatan tersebut, terlihat Abah begitu santai dan menikmati keakraban perbincangan dengan petinggi nomor satu di Provinsi Jateng tersebut. Obrolan dari seputar dunia pendidikan sampai dengan wawasan kebangsaanpun mengalir dan melarutkan keduanya dalam situasi obrolan yang hangat, ceria dan akrab. Bapak Gubernur yang beberapa waktu sebelumnya sempat hadir di Ponpes Terpadu Al Fusha dan ngeVLOG bersama dengan ribuan santri di Al Fusha tampak begitu antusias untuk berdiskusi dan memperbincangkan berbagai masalah kebangsaan dan pendidikan bersama dengan pendiri sekaligus pengasuh ponpes terpadu Al Fusha tersebut.

Progres yang luar biasa yang ditunjukkan oleh ponpes terpadu Al Fusha mampu menarik perhatian pak Ganjar selaku Gubernur Jateng. Tidak hanya fisik tapi prestasi ponpes terpadu Al Fusha sudah sangat luar biasa. “Masyarakat saat ini membutuhkan alternatif untuk memenuhi kebutuhan pendidikan putra-putrinya, dan alternatif itu ada pada pondok pesantren. Melihat progres yang ditunjukkan oleh ponpes Al Fusha, ponpesnya Kyai Dzilqon ini . saya yakin (Al Fusha) bisa menjadi magnet tersendiri bagi para pencari ilmu (santri) dan orang tua murid. Apalagi sekarang santrinya sudah ribuan, gedungnya yang sudah jadi megah-megah, yang belum jadi pastinya akan lebih megah lagi… ”

Senada dengan yang disampaikan oleh Pak Gubernur, Abah juga menyampaikan bahwa saat ini ada setidaknya 6 (enam) titik fokus pembangunan prasarana yang menjadi prioritas di ponpes Al Fusha. Selain pembangunan fisik (sarpras, red) kami juga berusaha fokus untuk membekali santri dengan perpaduan ilmu umum dan ilmu agama khas pesantren salaf yang mengkaji kitab-kitab kuning secara grounded. Mudah-mudahan, masyarakat yang telah menitipkan putra-putrinya kepada kami (Al Fusha, red) merasa puas dengan pelayanan pendidikan yang kami berikan. Dan semoga semakin dipercaya masyarakat.

Menyudahi obrolan keduanya, jabat dan peluk erat keduanya beradu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.