Smart and Religious!

Dauroh Ilmiah Kitab

58

Secara etimologi  (bahasa), Dauroh berasal dari kata daara-yaduuru-dauroh yang artinya mengelilingi, tempat, atau acara. Dauroh ilmiah juga diartikan acara yang membahas dan mengkaji suatu permasalahan dengan sudut pandang keilmuan.

Istilah dauroh memang tidak ada pada zaman nabi tetapi prakteknya tentu ada seringkali nabi Muhammad SAW mengadakan dauroh dengan para sahabat namun dengan nama yang berbeda. Jadi tidak selamanya semua istilah terdapat ada zaman Nabi Muhammad SAW. Contohnya dalam ilmu shorof ada isim, fiil, sighat di ilmu tajwid ada idzhar, idgham di ilmu hadis ada taqrir, atsar, rawi, dan sebagainya semua istilah di atas tidak ada pada zaman Nabi Muhammad SAW kalau dikatakan bid’ah secara bahasa memang benar tetapi bukan bid’ah menurut syariat maksudnya bukan bid’ah yang dilarang Rasulullah SAW.

Menamakan acara kajian ilmu dengan istilah dauroh hanyalah membuat sebutan untuk suatu yang hakikatnya sudah di praktekkan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam seperti yang kita ketahui bersama.

Nah, pada tanggal 16-18 oktober 2021 Santri Gayeng Nusantara (SGN) mengadakan Dauroh Ilmiah di Ponpes Al Fusha. Santri gayeng merupakan suatu organisasi sosial yang bergerak dalam menyejahterakan masyarakat melalui bidang ekonomi, UMKM, dan kesehatan. Organisasi SGN tersebut didirikan oleh Syaikhina KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang dipimpin oleh Gustaj Yasin (Wakil Gubernur Jawa Tengah). Dauroh tersebut dilaksanakan tepatnya di Masjid Abbasiyah tanpa mengganggu kegiatan santri Al Fusha.

Kitab yang dikaji adalah kitabوسائل الوصول إلى شمائل الرسول yang berisi tentang sifat sifat Nabi Muhammad SAW. Kitab ini dikaji selama 2 hari atau 10 jalsah yang dipimpin oleh Syaikhina KH M.Idror Maimoen Zubair. Acara ini dihadiri sekitar 300 peserta meliputi alumni dari Ponpes Al Anwar maupun bukan dari alumni, peserta dauroh juga berasal dari luar maupun dalam Pekalongan. Bagi peserta luar Pekalongan bisa bermalam di tempat yang telah disediakan oleh panitia dauroh ilmiah. Dan juga disediakan prasmanan untuk tempat makan para peserta dauroh ilmiah. Bagi peserta yang ingin mengikuti dan belum mempunyai kitab bisa membeli di bagian administrasi sebesar Rp 100.000,- yang sudah temasuk biaya kitab dan snack. Pada jalsah pertama atau pembukaan acara dauroh ilmiah dihadiri sekaligus dibuka oleh Maulana Al Habib Baghir Al Athas dari Pekalongan. Dilanjut acara kajian kitab وسائلالوصولإلىشمائلالرسول  oleh KH Idror Maimoen Zubair. Pada sambutannya KH Idror beliau sangat bersyukur atas diadakannya acara dauroh ilmiah ini, kata beliau jadi kita bisa hidmah dengan Nabi Muhammad SAW dengan cara mengadakan acara ini.

Isi dari kitab  وسائل الوصول إلى شمائل الرسول adalah berisi tentang sejarah sejarah Nabi Muhammad, yang ditulis oleh Syekh Yusuf An Nabhani. Berhubung ngajinya hanya dua hari dan kitabnya juga cukup tebal, jadi ngaji dauroh ini tidak dibacakan apsahannya semua. Dari santri ada yang membacakan kemudian dijelaskan oleh khidror. Dan Alhamdulillah acara berjalan hingga akhir dan tidak ada halangan apapun dari mulai tempat istirahat, acara ngaji, dan prasmanan. Hingga berakhir sampai 10 jalsah sekaligus penutupan yang dihadiri oleh Maulana Al Habib Abbas, KH Taj Yasin Maimoen Zubair (wakil Gubernur Jawa Tengah) sekaligus yang menjadi panglima santri gayeng. Acara ini ditutup dengan pemberian ijazah dari Syaikhinakh Idror Maimoen Zubair, sambutan dari KH Taj Yasin selaku panglima santri gayeng dan doa penutup dari Maulana Al Habib Abbas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.