Smart and Religious!

Optimalisasi Media Sosial di Pondok Pesantren Terpadu Al Fusha

599

Saat ini dunia tengah menyambut era digital atau era industri 4.0 sebagai bentuk dari zaman yang terus berkembang. Di mana perubahan-perubahan teknologi menjadi objek yang diharapkan dapat memudahkan kehidupan manusia. Peralihan menuju peradaban digitalisasi perlu disikapi dengan baik oleh generasi muda, khususnya bagi para santri nusantara.

Melalui seminar yang bertajuk “Optimalisasi Media Sosial di Pondok Pesantren” yang diselenggarakan pada 9 Desember 2021 di Pondok Pesantren Terpadu Al Fusha  inilah Gus Taj Yasin MZ, yang pada kesempatan kali ini menjadi narasumber, menyampaikan pentingnya pemanfaatan media sosial bagi pondok pesantren. Sejauh ini, media sosial menjadi perantara informasi paling mutakhir. Informasi yang berasal dari nun jauh di sana dapat diketahui dengan cepat dalam hitungan detik.

Selain Gus Taj Yasin MZ, hadir pula Abas Zahrotin, M. Hum., ketua STAI Tambihul Ghofilin Banjarnegara sebagai narasumber. Beliau juga menuturkan bagaimana kekuatan media sosial yang sangat luar biasa yang dapat mengumpulkan massa dalam jumlah yang banyak dari penjuru dunia. Dengan demikian, media sosial menjadi wahana yang tepat dalam berdakwah.

Sebagai pejuang agama islam, santri menjadi tonggak dalam menebarkan kebaikan-kebaikan dan penerus perjuangan ulama terdahulu. Media sosial dinilai menjadi ranah dakwah yang tepat. Apalagi melihat media sosial telah merambah ke seluruh lapisan masyarakat. Sebagaimana penuturan Abas Zahrotin bahwa media sosial dapat mengumpulkan massa dengan jumlah yang banyak. Sehingga agama islam dapat disiarkan dengan cakupan yang luas dan cepat tersampaikan ke lapisan masyarakat.

Dalam bincang-bincang ringannya pula, Gus Taj Yasin MZ yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah menambahkan bahwa media sosial memiliki pengaruh yang besar bagi elektabilitas seseorang. Kecerdasan dalam mengemas informasi dalam bentuk konten yang bermuatan positif akan memengaruhi pandangan masyarakat terhadap objek yang sedang dibahas.

Dalam bidang dakwah, elektabilitas adalah poin yang sangat penting. Pembentukan karakter yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW pada diri santri patut menjadi tauladan bagi generasi yang lain. Santri dapat memanfaatkan media sosial sebagai ajang menyebarkan kebaikan melalui konten-konten menarik dan bernilai positif. Maka dari itu, media sosial dapat mengubah anggapan masyarakat bahwa santri layak atau cakap untuk menjadi seorang pemimpin sebagaimana ajaran islam.

Sama halnya dengan pengalaman Gus Taj Yasin MZ.  Ketua Santri Gayeng Nusantara ini pun pernah mengalami masa di mana pengikut atau massanya sedikit. Namun, setelah adanya media sosial, perlahan Gus Taj Yasin mulai dikenal dan memiliki banyak massa. Dengan semakin bertambahnya massa inilah yang  memudahkan beliau dalam menyiarkan agama islam.

Melalui seminar yang dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Fusha, K.H. Abah M. Dzliqon, pengurus dan guru, serta santri ini, Gus Taj Yasin dan Abas Zahrotin ingin menekankan bahwa di zaman digital seperti saat ini harus dapat dioptimalkan dalam bidang dakwah. Serta dapat melahirkan santri-santri yang kelak dapat memimpin dengan bijak dan berintelektual.

Leave A Reply

Your email address will not be published.