Smart and Religious!

269


Assalamualikum sobat Al Uswah. Ketemu lagi ni sama kita tim Redaksi Al Uswah yang selalu menemani hari-hari kalian. Pada edisi ke-53 ini kita akan memberikan sedikit informasi terbaru tentang peristiwa banjir yang akhir-akhir ini meresahkan warga sekitar. Khususnya di Desa Kranji, Kedungwuni pekalongan. Abah K. H. Muhammad Dzilqon selaku Pondok Pesantren terpadu Al Fusha menulurkan tangannya, beliau membangunkan empat rumah yang layak huni kepada para korban banjir. Kami selaku tim redasksi Al Uswah langsung muninjau TKP kebanjiran. Untuk lebih jelasnya yuk kita simak artikel di bawah ini!
Banjir kali ini datang dari Desa Kranji, Kedungwuni-Pekalongan. tepatnya berlokasi dekat dengan Sungai Ngletak, peristiwa banjir ini terjadi pada Rabu,19 Januari 2022 sekitar pukul 16.30 WIB. Dampak peristiwa tersebut banjir telah menyapu bersih beberapa rumah warga, salah satunya adalah keluarga Bapak Tujoyo (45) dan Ibu Uripah (43). Hal ini sangat membuat keluarga berduka, pasalnya rumah yang belum lama dibagun kini ludes terkena tumpah ruahnya air. Menurut paparan korban, Sore itu hujan sangat deras disertai angin kencang yang mengakibatkan debit air sungai Ngletak meluap menuju ke pemukiman warga sekitar. Rumah Bapak Tujoyo habis disapu banjir dan tersisa sedikitpun harta bendanya. Semua peralatan rumah tangga, barang-barang elektronik, pakaian, bahkan dokumen-dokumen penting seperti KK, AKTE, KTP, dsb hilang tidak dapat terselamatkan. Total kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Banjir kali ini berbeda dengan banjir poada tahun-tahun sebelumnya. banjir kali ini datang secara tiba-tiba seperti terjangan ombak dari laut yang dengan cepat menyapu habis rumah-rumah warga sekitar, banjir ini berkedalaman kurang lebih 2 meter di atas permukaan laut.
Bapak Tujoyo bekerja sebagai tukang jahit. untuk membantu perkonomian keluarga, Ibu Uripah membantu bapak Tujoyo mencari nafkah dengan bekerja di sebuah warung makanan. Namun setelah terjadinya peristiwa banjir yang menimpa keluarga mereka Bapak Tujoyo dan Ibu Uripah belum bisa meneruskan pekerjannya Karena kondisinya yang tidak memungkinkan. Dari peristiwa itu Alhamdullah banyak warga sekitar yang memberikan bantuan berupa pakaian-pakaian bekas, bahan pokok pangan seperti beras, gula, teh dan lain-lain. Ada satu hal yang mereka syukuri adalah dimana pengasuh Ponpes Al Fusha Internasional Boarding School, Abah K. H. Muhammad Dzilqon memeberikan bantuan berupa tempat tinggal yang layak untuk keluarga Bapak Tujoyo, Tangis bahagia pun tumpah dari keluarga Bapak Tujoyo mendengar kabar gembira mendengar langsung dari Abah K. H. Muhammad Dzilqon.
Dalam massa pembangunan rumah untuk keluarga mereka, Bapak Tujoyo dan sekeluarga sementara tinggal di sebuah kontrakan yang tepatnya berada di depan rumah bapak Tujoyo, untuk biaya kontrakan sendiri Ibu Uripah harus merogoh uang sebesar RP 350.000 perbulannya. Setelah peristiwa itu terjadi harapan kedepannya dari keluarga Bapak Tujoyo dan Ibu Uripah adalah dapat segera memenuhi segala kebutuhan dan urusan rumah tangganya dan banjir yang seperti ini tidak terjadi untuk yang kedua kalinya lagii.
Disamping itu banjir tak hanya melanda keluarga Bapak Tujoyo, akan tetapi keluarga Bapak Solihin (52) dan Ibu Dumilah (43) pun juga sama seperti keluarga Bapak Tujoyo yang rumahnya habis tersapu banjir. Keluarga bapak Solihin beranggotakan 4 orang, bapak Solihin, ibu Dumilah, dan dua anaknya. Anak pertama mereka kini masih duduk dibangku kelas 4 SD, dan satu anaknya yang belum sekolah. Bapak Solihin berprofesi sebagai tukang jahit di desa sebelah sedangkan ibu Dumilah sendiri tidak bekerja. Semua barang-barang milik mereka hanyut terbawa banjir, tak ada yang bisa diselamatkan kecuali satu motor dan berkas-berkas penting seperti KK, AKTE, KTP, Dsb. disamping itu kondisi motor pun yang tak begitu sempurna. Kondisi pada saat itu pun Bapak Solihin dan Ibu Dumilah baru saja selesai mengadakan acara khitanan anaknya yang pertama, dan tragisnya semua barang-barang sewa seperti soun system, layos, kursi tamu, dll. Keluarga bapak Solihin ini pun sama mendapatkan bantuan Abah K. H.Muhammad Dzilqon berupa tempat tinggal yang sangat layak. Saat itu tangis pecah diantara keluarga mereka dan keluarga merekapun sangat berterima kasih dan bersyukur atas bantuannya yang telah meringankan beban mereka. Selain mereka mendapat bantuan dari pengasuh Ponpes Al Fusha Internasional Boarding School mereka juga mendapat bantuan dari warga sekitar dan pemerintah setempat.
Keluarga yang ketiga yaitu datang dari keluarga Bapak Arfianto (40) dan Ibu Lia (35). Keluarga mereka berdua beranggotakan 6 orang, Bapak Arfianto, Ibu Lia , dan 4 anak putrinya. Putri bungsu mereka yang kini seharusnya duduk dibangku kelas 12 SMA tidak melanjutkan sekolahnya dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, dan putri kedua nya yang sekarang duduk di bangku SMP kehilangan semua seragam dan segala peralatan sekolahnya, mengetahui hal itu pihak sekolah langsung datang kerumah Bapak Solihin dan Ibu Lia guna mengetahui keadaan keluarga mereka. Tak hanya itu pihak sekolah juga memberikan seragam baru dan segala peralatan sekolah yang dibutuhkan untuk putrinya yang masih duduk di bangku SMP. Bapak Arfianto bekerja sebagai tukang bangunan dan Ibu Lia sebagai penjual makanan. Sebelumnya rumah Bapak Arfianto ini sudah beruia 19 tahhun, rumah tersebut sudah pernah roboh 10 tahun yang lalu karena terkena banjir. Akan tetapi semua barang-barang masih bisa ada yang terselamatkan, beda dengan banjir kali ini yang benar-benar parah dimana tak satupun barang yang dapat diselamatkan termasuk dokumen_dokumen penting seperti KK, AKTE, KTP Dsb. selain mendapat bantuan rumah yang layak dari Pengasuh ppt Al Fusaha Abah K. H.Muhammad Dzilqon, teman-tman Ibu Lia, warga sekitar, dan pemerintah pun ikut memberi bantuan berupa pakaian-pakaian bekas, TV, bahan makanan pokok, dan lain sebagainya.
Ternyata dampak banjir sangat meresahkan warga sekitar ya sobat. Oleh karena itu, kita sebagai penerus bangsa harus peduli terhadap lingkungan yaaa.. Seperti sampah-sampah yang terdapat disungai-sungai yang menjadikan pencemaran air dan nantinya akan menyumbat aliran sungai dan menjadikan banjir dipemukiman warga sekitar, selain itu kita juga harus membatu teman-teman kita yang sedang kesusahan. Mungkin ini saja sedikit informasi yang dapat kita sampaikan kepada kalian semua. Sampai jumpa di next edisi ya teman-teman.
Terimakasih kepada Abah K. H.Muhammad Dzilqon dan Umi Ny. Uswatun Hasanah yang telah memberikan hunian yang sangat layak kepada empat warga yang tertimpa musibah banjir. Semoga Allah SWT selalu memberikan kenikmatan, kesehatan, dilimpahkan rezekinya, dan mendapatkan balasan kebaikan. Aamiin

Wassalamualaikum wr. wb

Leave A Reply

Your email address will not be published.