Karyawan Meta Mengkritik Kebijakan Baru Perusahaan Tentang Pidato dan Penambahan Anggota Dewan

Meta Mengakhiri Program Fact-Checking dan Menambahkan Dana White ke Dewan Direksi

Meta Mendapat Kritik Karyawan

Para karyawan Meta mengkritik keputusan perusahaan untuk mengakhiri program fact-checking pada layanannya dua minggu sebelum pelantikan Presiden terpilih Donald Trump. Kritik ini muncul setelah Joel Kaplan, pejabat urusan global baru Meta dan mantan kepala staf deputi Gedung Putih di bawah Presiden George W. Bush, mengumumkan perubahan kebijakan konten di Workplace, alat komunikasi internal perusahaan.

Perubahan Kebijakan Konten

Kaplan mengumumkan bahwa Meta akan menghapus program fact-checkingnya dan beralih ke sistem yang dihasilkan pengguna seperti Community Notes. Selain itu, Meta akan menghapus pembatasan pada topik tertentu dan memfokuskan penegakannya pada pelanggaran ilegal dan tingkat keparahan tinggi sambil memberikan pendekatan yang lebih personal kepada konten politik.

Respon Karyawan

Beberapa karyawan menyuarakan keprihatinan mereka terhadap keputusan ini, menyatakan bahwa hal ini dapat mengakibatkan penyebaran konten yang tidak benar dan merugikan. Namun, ada juga karyawan yang mendukung keputusan Meta untuk mengakhiri fact-checking dari pihak ketiga, menyebut fitur Community Notes lebih akurat dalam merepresentasikan kebenaran.

Dana White Bergabung dengan Dewan Direksi

Selain itu, Dana White, CEO Ultimate Fighting Championship (UFC), ditambahkan ke dewan Meta. Keputusan ini menuai kritik, pertanyaan, dan lelucon dari karyawan. White sebelumnya terlibat dalam kontroversi setelah video menunjukkan dia memukul istrinya di sebuah pesta Tahun Baru. Meskipun dia meminta maaf secara publik, kehadirannya di dewan Meta masih menuai kontroversi.

Respon Positif dan Negatif

Beberapa karyawan bertanya tentang nilai yang bisa ditambahkan oleh eksekutif dari industri otomotif dan hiburan ke Meta, sementara yang lain meragukan apakah penambahan White mencerminkan nilai-nilai perusahaan. Beberapa komentar yang mengacu pada sejarah pribadi White dihapus dari diskusi, menimbulkan pertanyaan tentang kebebasan berekspresi di tempat kerja.

Arsitektur Komunikasi Internal

Meta memiliki tim hubungan komunitas internal yang bertugas memastikan platform komunikasi internal perusahaan tetap bersih dari konten yang tidak pantas. Namun, beberapa karyawan merasa bahwa penghapusan komentar kritis merupakan bentuk sensorship perusahaan.

Kesimpulan

Keputusan Meta untuk mengakhiri program fact-checking dan menambahkan Dana White ke dewan direksi mengundang beragam respon dari karyawan. Perubahan kebijakan konten dan dinamika internal perusahaan mencerminkan tantangan modern dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan keamanan digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *